Berpesiar ala Backpacker di Eropa: dari Swedia ke Estonia

Berpesiar ala Backpacker di Eropa: dari Swedia ke Estonia

Penampakan kapal Tallink yang digunakan untuk berlayar

Disclaimer: perjalanan weekend getaway ini ditempuh bulan Maret 2019. Belum ada pandemi COVID-19 dan berlayar di kapal bukan sesuatu yang membahayakan.

Negara Skandinavia (Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Islandia) terkenal jauh lebih mahal dan kurang strategis bagi para turis dibandingkan negara lainnya di daratan Eropa. Tapi, tau nggak sih ada pengalaman langka yang bisa didapatkan dengan murah kalau berlibur di Swedia? Yes, ada! Naik kapal pesiar! Gak mahal pula!

Berlibur ke Belanda, Jerman, dan sekitarnya menjadi pilihan terfavorit orang Indonesia ketika berlibur ke Eropa. Lokasi geografisnya yang berbatasan darat dengan banyak negara Schengen lainnya mempermudah akses untuk berplesir ke beberapa negara Eropa sekaligus. Lumayan bisa pamer kalau ditanya udah berlibur ke mana aja. Alasan yang bisa dipahami. Dan terlalu mainstream :p

Sedangkan, berlibur ke negara Skandinavia, seperti Swedia, sering dipandang sebelah mata. Sebagai bagian dari Eropa Utara, Swedia dianggap kurang strategis untuk menjadi tujuan berlibur karena hanya berbatasan dengan Finlandia. Itupun hanya bisa dicapai dengan naik pesawat atau bermalam di kereta. Bisa sih pakai bus, tapi capek di jalan. Apalagi Skandinavia terkenal jauh lebih mahal dibandingkan negara-negara di daratan Eropa. Tidak cost-friendly dan gak worth it. Tapi, tau nggak sih ada pengalaman langka yang bisa didapatkan dengan murah kalau berlibur ke Swedia (selain aurora borealis tentunya)? Yes, ada! Naik kapal pesiar!

Tallink Silja Ferries

Eh, kapal feri? Katanya tadi pesiar. Eits, jangan bayangin kapal ini kayak kebanyakan kapal feri di Indonesia. Sabar, lanjutkan dulu membacanya.

Tallink Silja Line merupakan kapal penyeberangan untuk penumpang dan mobil yang dilengkapi fasilitas mewah dengan rute Stockholm-Tallin melalui Baltic Sea. Kapal ini merupakan pilihan best deals untuk mini cruises dengan harga tiket paling murah di luar musim liburan. Artinya, peak season saat musim liburan Eropa yaitu musim panas (Juni-Agustus) akan sangat mahal dan tiketnya harus dipesan sejak beberapa bulan sebelumnya.

Pemesanan tiket secara online

Pemesanan tiket bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi website Tallink Silja di sini atau kalau mau lihat perbandingan dengan kapal feri ala ala cruise dari perusahaan lain bisa cek di Direct Ferries. Bisa juga sih dipesan melalui telepon, tapi dikenakan biaya tambahan. Harga tiketnya untuk dua orang adalah 76 Euro atau sekitar 1,2 juta rupiah (1 Eur = ~15 ribu rupiah).

Perjalanan mini cruises (Day in Tallin/Stockhom Cruise) sangat cocok untuk backpacker, bisa pilih berangkat hari Kamis dari Stockholm, tiba di Tallin keesokan harinya. Kapal menunggu kamu seharian jalan-jalan dan naik kapal lagi sore harinya untuk kembali ke Stockholm dan tiba di Stockholm hari Sabtu.

Pesiar Swedia-Estonia

Pelabuhan

Pelabuhan Swedia-Estonia

Pelabuhan di Stockholm adalah pelabuhan Värtahamnen yang bisa diakses dengan Tunnelbana, public bus, dan city transfer bus. Jangan berangkat mendadak ya! Pastikan tiba di pelabuhan 30 menit sebelum jam boarding karena jarak dari stasiun atau halte ke pelabuhan lumayan jauh untuk berlari mengejar jam keberangkatan kalau tiba terlalu mepet. Setibanya di pelabuhan dan masuk ruang tunggu, lakukan self-check in di mesin yang tersedia untuk mencetak tiket. Cukup ketikkan reservation number yang tertulis di booking confirmation!

Kabin

Kabin pesiar Swedia-Estonia

Kalau naik kapal feri berarti bisa dong tidur di koridor kapal kayak penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk? GAK BOLEH! Reservasi kabin is a must! Namanya juga mini cruise 😀 Lagipula emangnya tahan tidur di kapal saat musim dingin suhu minus?

Pilihan kabin tersedia dari yang paling sederhana sampai yang paling mewah. Walaupun demikian, semua tipe kabin memiliki fasilitas televisi yang menayangkan channel lokal, kamar mandi dan toilet pribadi. Pembedanya hanya jenis tempat tidur dan fasilitas tambahan seperti sofa.

Deluxe cabins dan suites berlokasi di deck yang lebih tenang dan sudah termasuk makan dan akses ke exclusive lounge. Untuk kabin tipe E-class, per kabinnya bisa ditempati 2-4 orang. Saya bersama seorang teman tentu memilih kabin E-class untuk dua orang. Saat memesan tiket via online, diberi peringatan bahwa kabin E-class ini berlokasi di deck yang agak berisik. Tetap nekat pilih yang E-class walaupun saya gak suka keributan. Tapi kenyataannya tenang-tenang aja di sepanjang perjalanan. Sepertinya tergantung kabin tetangga, dihuni oleh orang yang ramai atau berisik dan membuat keributan saat party atau nggak.

Untuk solo travelers, booking bunk bed di shared cabin menjadi pilihan yang sangat murah dan bisa bertemu teman-teman baru.

Kalau berangkat saat low season, kelas kabin bisa di-upgrade di atas kapal saat kapal belum lama berlabuh. Tentunya dengan harga diskon dan tidak semahal kalau beli sebelum berangkat. Tapi untung-untungan yaa, tergantung ada slot kabin yang masih kosong atau tidak.

Bermalam di Baltic Sea

Perjalanan menyeberangi Baltic Sea, dari Stockholm ke Tallinn ditempuh dalam waktu 17 jam. Berangkat dari Stockholm, Swedia jam 6 sore dan tiba di Tallin, Estonia jam 10 pagi keesokan harinya. Boarding ke kapal diperbolehkan 90 menit sebelum kapal mulai berlayar. Di malam hari, kapal akan berhenti sebentar di Marienhamn, yaitu sebuah pulau kecil di Åland, Swedia, untuk mengantarkan beberapa penumpang turun di sini.

Pemandangan yang tidak boleh dilewatkan adalah selama dua jam pertama kapal berlayar dari pelabuhan Värhamnen, Stockholm. Bulan Maret di Swedia masih bernuansa winter sehingga tampak sedikit salju di daratan.

Pemandangan sepanjang Baltic Sea yang dapat dilihat tidak lama setelah kapal berlayar.

Keesokan harinya, saya berjalan-jalan di luar menikmati angin laut dan sinar matahari sebelum kapal berlabu di pelabuhan di Tallin, Estonia. Suhu belahan bumi bagian utara di bulan Maret masih berkisar di -5 derajat celcius. Musim dingin hampir usai, tapi musim semi belum mau datang. Tampak es di permukaan laut. Mungkin begini ya pemandangan laut sebelum kapal Titanic berpapasan dan menabrak bongkahan es batu besar :D. Tapi, jangan takut akan kejadian seperti Titanic ya karena kapal tidak melewati gunung es di tengah Baltic Sea.

Pecahan es di permukaan Baltic Sea

Daya Tarik Utama

Daya tarik utama berlayar di Tallink Silja Ferries adalah restoran grand buffet smorgasbord dan pusat perbelanjaan duty-free. Kapan lagi kan bisa berbelanja murah di Eropa? Murah karena bebas pajak! Ada parfum high-end, make-up, skin care, mainan anak, sampe minuman beralkohol. Jangan heran kalau melihat orang lokal naik kapal ini hanya untuk membeli minuman beralkohol sampe berkrat-krat dan membawa troli sendiri! Parahnya. pernah ada teman sekelas yang berencana mau mengadakan party d apartemennya, naik kapal feri ini seminggu sebelum party hanya untuk ngestok jamuan minuman saat party lol.

Sehari di Tallin, Estonia

Setibanya di Tallin, saya langsung berjalan kaki ke pusat kota. Perjalanan dengan jalan kaki hanya ditempuh selama 15 menit. Gak jauh kan? Saya juga tidak menggunakan transportasi publik atau bus hop on hop off. Selain karena budget mahasiswa dan jalan kaki sekalian olahraga, lokasi wisata Tallin tidak saling berjauhan. Cuci mata menikmati pusat kota lebih efisien dengan jalan kaki. Lagipula toh delapan jam kemudian sudah kembali naik ke kapal untuk pulang ke Stockholm. Rugi kalau beli one day bus ticket.

Liburan Tallin, Estonia
Keterangan foto dari kiri atas: bangunan medieval, Alexande Nevsky Cathedral, nuansa restoran di town hall square, penampakan Tallin dari Toompea Hill, anjing yang kedinginan menemani musisi yang meramaikan Old Town, nikmatnya pizza ala Italia, dan menikmati matahari dan dinginnya Tallin

Old Town dan Hall Town Square

Sebagian besar penumpang kapal langsung menuju Old Town dan mengeksplor Town Hall Square. Bangunan yang kokoh bertahan pasca Perang Dunia II membuat nuansa medieval semakin terasa. Ada begitu banyak pilihan restoran untuk mengisi perut yang lapar di siang hari. Saya pun memutuskan untuk menikmati pizza di bawah sinar matahari sambil menahan dinginnya peralihan musim dingin-musim semi Eropa utara.

Town Hall Pharmacy dan Toompea Hill

Selesai makan siang, saya berjalan random ke sekitaran Old Town. Ada Town Hall Pharmacy yang konon merupakan apotek tertua di dunia yang beroperasi sejak abad ke-16.

Rute naik-turun mendaki bukit mengantarkan saya ke Toompea Hill. Mengambil foto dan tampak atas Tallin dari bukit ini menjadi salah satu tujuan fotografer x turis yang berlibur ke Estonia. Dari jauh, bangunan unik menarik diri untuk singgah, yaitu Alexander Nevsky Cathedral.

Sepanjang jalan mengelilingi Tallin, ada banyak sekali gedung-gedung bersejarah yang dilengkapi dengan informasi lengkap saat terjadinya Perang Dunia II di Tallin. Toko-toko souvenir dan fashion juga turut mengundang turis untuk singgah.

Sebagai mahasiswa, tentu berkeliling dan duduk bersantai di restoran melepas stres pasca ujian sudah lebih dari cukup. Jadi, tidak terlalu banyak berkeliling apalagi menghabiskan uang saat berlibur. Melepas penat dan melihat pemandangan baru saja sudah lebih dari cukup. Saya pun siap kembali ke Swedia dan kembali masuk kuliah keesokan harinya!

This Post Has 4 Comments

  1. Nutify

    Info yang sangat mendetail, thank you kak

  2. Justin Larissa

    Hai Sekar, saya baru tahu bisa ‘berlayar’ kayak gini di Baltic Sea. Konsepnya mirip Dream Cruise tapi ini cuman dua stop saja ya. Ini harga tiket gak termasuk makan kah? Atau ada yg disediain free buat tamu gitu gak? Terus saya penasaran bentuk ferrynya wkwk emang belum dimasukin kah fotonya?

    1. sekarsedya

      Hai Larissa! Foto kapalnya sudah dilampirkan ya di awal post. Konsepnya lebih sederhana dari Dream Cruise mengingat Dream Cruise memang didesain khusus untuk menikmati wisata pesiar yang luxury. Sedangkan untuk Tallink-Silja Line ini kapal penyeberangan yang dibuat dengan konsep kapal pesiar yang biasanya digunakan untuk short holiday seperti wisata yang saya tempuh makanya hanya dua stop (variasi negara/kota tujuan bisa dicek di tallinksilja.com). Sederhananya, versi budgetnya kapal pesiar lengkap dengan suguhan entertainment, restoran, dan fasilitas perawatan. Harga tiket belum termasuk makan (mengingat itu tiketnya tergolong relatif murah untuk di Skandinavia yang terkenal serba mahal) tapi sudah include untuk menikmati beberapa entertainment di atas kapal.

Leave a Reply