Lasik di RS Mata Dr YAP Yogyakarta: Prosedur, Biaya, dan Ulasannya

Lasik di RS Mata Dr YAP Yogyakarta: Prosedur, Biaya, dan Ulasannya

Heyho! Setelah lama menunda menyingkirkan minus di mata yang sudah bersemayam selama 18 tahun, akhirnya memutuskan untuk lasik dengan metode photorefractive keratectomy (PRK) di RS Mata Dr YAP. Ini adalah posting-an pertama di blog yang aku tulis tanpa memakai kacamata minus Yeiy! Berikut prosedur, biaya, dan testimoni lasik di RS Mata Dr YAP berdasarkan pengalamanku:

Prosedur Standar Lasik di RS Mata Dr YAP

Prosedur standar Lasik di RS Mata Dr. YAP Yogyakarta

Penjelasan dari pihak RS (Sebelum Mendaftarkan Diri)

Sebelum dinyatakan kita layak terdaftar untuk pemeriksaan pre-lasik, RS Mata Dr Yap memastikan bahwa calon pasien masuk kriteria pemeriksaan pre-lasik dan benar-benar paham dengan operasi yang akan dijalani. Beberapa kali mendengar pembicaraan calon pasien yang spontan datang ke RS untuk mendaftarkan diri menjalani pemeriksaan pre lasik, perawat di meja depan selalu memastikan apakah pasien sudah dijelaskan tentang prosedur lasik di RS Mata Dr Yap atau belum. Mengingat kriteria lasik begitu banyak dan kebanyakan calon pasien berekspektasi sangat tinggi dengan keajaiban lasik dalam waktu cepat pasca operasi, prosedur ini sangat dimaklumi untuk berjaga-jaga agar pasien gak komplain di tengah proses pemeriksaan, saat operasi, atau bahkan saat kontrol rutin pasca operasi. Apalagi banyak banget yang udah keburu-buru tes masuk polisi dll sebulan lagi trus baru mau lasik sekarang. Siap-siap aja itu dinasihatin sama perawat dan dokternya bahwa hasil lasik baru kerasa signifikan sekitar satu bulanan dan baru stabil setelah sekitar 3 bulan. Jadi jangan buru-buru dan tetapkan timeline yang baik sesuai kepentingan masing-masing ya!

Kalau saya pribadi, saya memilih menghubungi RS Mata Dr YAP via telepon untuk mendengarkan penjelasan sekaligus mendaftarkan diri untuk pemeriksaan pre-lasik. Di nomor telepon yang ditulis di website dan instagram RS Mata Dr YAP, saya bilang bahwa saya ingin mendaftarkan diri untuk pemeriksaan pre-lasik lalu ditanya apakah sebelumnya sudah diberikan penjelasan terkait lasik dan saya jawab belum. Lalu, pihak RS menyarankan saya untuk menelepon ulang nomor tersebut dan langsung memasukkan nomor extension yang langsung terhubung ke bagian Jogja Lasik Center-nya RS Mata Dr Yap.

Setelah terhubung langsung ke Jogja Lasik Center, saya diberikan beberapa penjelasan atau pertanyaan seperti berikut:

  • Umur (karena minimal usia untuk lasik adalah 18 tahun)
  • Terakhir pakai soft lens kapan (minimal 2 minggu sebelum pemeriksaan, calon pasien tidak boleh memakai soft lens)
  • minus berapa (RS Mata dr Yap dapat melalukan prosedur lasik hingga -12)
  • ditanya domisili mana (banyak pasien dari luar kota dan ini penting karena kontrol mata harus dilakukan di RS Mata Dr Yap sendiri pada H+1 operasi, H+7 operasi, dan H+30 operasi. Untuk kontrol di bulan ke-3 dan bulan ke-6, dokter dapat memberikan rujukan agar kontrol dapat dilakukan di dokter mata di RS domisili pasien).
  • Dikasi tau bahwa metode lasik yang digunakan adalah PRK dan diperkenankan untuk mempelajari metode ini dulu via googling sbeelum memutuskan untuk mendaftarkan diri.
  • Dikasi tau jadwal operasi lasik setiap hari Selasa dan Kamis.
  • Kalau berkomitmen untuk operasi lasik, maka siap untuk berkomitmen minimal satu minggu untuk tidak berinteraksi dengan layar handphone atau komputer dan sejenisnya.

Kalau calon pasien sudah paham dan memenuhi kriteria di atas, diperkenankan untuk melakukan appointment pemeriksaan pre-lasik. Pihak RS akan memberikan 3 nama dokter yang memeriksa. Jangan lupa dicatat karena kadang ditanyakan di bagian resepsionis saat melakukan registrasi pasien baru di hari H pemeriksaan pra-lasik.

Hari-H Pemeriksaan Pra-lasik

Di hari ini, pasien boleh menjalani prosedur pemeriksaan sendiri TAPI gak boleh mengendarai kendaraan sendiri alias harus diantar-jemput. Soalnya saat proses pemeriksaan dikasi obat tetes mata yang akan mempengaruhi pandangan mata yang dapat berbahaya jika mengendarai kendaraan.

Durasi pemeriksaan cukup lama, minimal bisa dari jam 10 pagi hingga 5 sore. Berikut rinciannya:

  • Sebagai pasien baru yang sebelumnya belum pernah diperiksa di RS Mata dr Yap, saya diarahkan oleh petugas di pintu masuk untuk memilih antrian pasien baru dan mengisi form pasien.
  • Antre di loket pendaftaran pasien. Setelah dipanggil, petugas akan meregistrasi form pasien dan kita diberikan nomor antrian sesuai dengan nomor antrian yang telah disebutkan saat pendaftaran via telepon.
  • Bawa nomor antrian ke gedung Jogja Lasik Center dan serahkan ke petugas yang ada di meja depan.
  • Petugas menerima nomor antrian dan langsung meminta saya menjalani pemeriksaan yang pertana, yaitu cek kadar air mata. Saya diminta mencari tempat duduk yang nyaman di area tunggu sambil memejamkan mata selama 15 menit. Setelah 15 menit, petugas menyelipkan kertas kecil di area mata.
  • Pemeriksaan selanjutnya adalah mengecek saraf mata dengan melihat garis merah di alat.
  • Kemudian, saya diminta masuk ke salah satu ruang periksa untuk mengkonfirmasi berapa minus dan silindris mata saya.
  • Pemeriksaan selanjutnya adalah cek tekanan bola mata.
  • Lalu cek ketebalan kornea. Ini penting banget karena ketebalan kornea merupakan faktor signifikan yang menentukan minus kita bisa hilang total atau gak (tentu ada faktor lain ya). Ketebalan korneaku sendiri 570 dan itu dibilang perawat cukup tebal untuk mengatasi minus mata kananku yang sekitar -6 dan mata kiri yang -4.
  • Selanjutnya, cek ke dokter lain lagi di ruang periksa lain. Ini nih yang antrinya lamaaaaa banget. Saat dipanggil dan sambil menunngu pasien sebelumnya selesai diperiksa, perawat meneteskan obat tetes mata yang berfungsi untuk melebarkan retina dengan efek samping berpotensi membuat penglihatan kabur dan silau selama 4-6 jam setelah diteteskan (aku gak ngerasa apa-apa sih). Di ruangan ini pemeriksaannya banyak banget. ada tes buta warna, tes yang kotak-kotak, tes kekuatan retina (maaf kepada dokter mata yang membaca karena sebagai orang awam aku gak tau istilah pemeriksaannya apa aja ahahaha).
  • Selanjutnya, pengecekan apa gak tau (ahahahaah) di dokter di gedung lain. Kayaknya sih berkaitan dengan obat tetes mata yang untuk melebarkan retina itu soalnya sebelum masuk ruangan dokter, perawatnya mengkonfirmasi apakah kita udah dikasi obat tetes mata atau belum. Saat di ruangan dokter, mata hanya disorot cahaya sambil diminta untuk melihat ke berbagai arah terus dokternya bilang “oke bagus, bisa dilanjutkan untuk lasik”
  • Setelah semua tes menunjukkan mata layak dioperasi dengan metode PRK, kita janjian mau operasi kapan. Seperti yang sudah aku tulis di atas, jadwal operasinya tiap Selasa dan Kamis. Saat itu aku melakukan pengecekan pra-lasik hari Senin trus dokternya bilang “dari hasil pemeriksaan, kadar air mata kamu bagus. operasi besok juga bisa”. Langsung dong booking operasi untuk besok. Awalnya aku dapet jadwal jam 1 siang. tapi satu jam kemudian dihubungi via telepon oleh perawatnya bahwa jam operasi digeser ke jam 11 siang karena minus mata kananku cukup tinggi dan butuh power lebih tinggi sehingga digeser lebih awal (durasi operasinya tetap sama 15-20 menit untuk dua mata). Kemudian, dokter meresepkan beberapa obat telan dan obat tetes mata yang harus digunakan mulai hari itu juga sampai operasi besok. Aku juga dikasi daftar hal yang harus dan gak boleh dilakukan sebelum operasi.
  • Terakhir, menebus obat yang diresepkan di bagian farmasi

Semua prosedur di atas berlangsung dari jam 10 pagi sampai jam 16.30. Semua tergantung hasil pemeriksaan. Ada juga pasien yang baru selesai jam 9 malam karena retinanya bolong-bolong dan harus di-treatment dulu.

Hal-hal yang harus diikuti dalam mempersiapkan diri jelang operasi lasik.

Hari-H Operasi

Sambil menunggu ruang operasi siap, pasien diminta untuk minum jus terlebih dahulu.

Di hari H operasi, pasien wajib ditemani pendamping dari awal datang sampai selesai. Saat itu total durasi dari aku dateng sampe pulang sekitar 2 jam dengan rincian kegiatan:

  • Langsung ke gedung Jogja Lasik Center di jam yang telah ditentukan untuk operasi.
  • Pertama, dilakukan pengecekan tekanan darah. Lalu, dikasi baju ganti untuk dikenakan selama operasi (udah satu set dikasi sama jilbabnya juga bagi yang berjilbab) dan tag pergelangan tangan.
  • Setelah berganti pakaian dan sambil menunggu dokter dan ruangan operasi siap, aku diminta minum jus dulu (gak tau jus apa).
  • Hari itu aku dateng lebih awal 30 menit, ternyata dokter dan ruangan operasinya juga udah siap. Jadinya operasi dipercepat! Pasien diminta masuk ke ruang operasi dan di saat yang sama pendamping diminta untuk ke bagian farmasi untuk menebus obat yang harus dikonsumsi dan dipakai pasca operasi.
  • Pasien masuk ke ruangan persiapan operasi dan ditetesin obat bius mata.
  • Beberapa saat kemudian, pasien dipanggil masuk ke ruangan operasi. Selama proses operasi lasik, petugas dan dokter ngajak ngobrol dengan latar belakang musik. Gak kerasa sakit apapun. 15-20 menit berlalu begitu aja. Di akhir operasi, mata dikasi soft lens yang berfungsi sebagai “perban” mata.
  • Setelah selesai, pasien diminta duduk di kursi santai dulu selama 30-60 menit untuk observasi. Aku merasa pandangan sedikit lebih jelas dibanding sebelum operasi, tapi masih berkabut dan mata rasanya sayuuu banget. Bawaannya pengen merem.
  • Kemudian, perawat masuk ke ruang observasi dan memastikan pasien gak merasakan efek samping yang signifikan.
  • Perawat akan mengajak ke suatu ruangan dimana aku dikasi tau hal yang bileh dan gak boleh dilakukan serta diajarin cara memakai semua obat dan alat yang udah ditebus oleh pendamping di farmasi:
    • Cara pakai obat tetes mata. Iya, pake obat tetes mata harus diajarin karena selama 2 hari pertama itu mata bawaannya mau merem aja, sehingga butuh trik untuk memastikan obat tetes mata gak terbuang sia-sia.
    • DOP (pelindung mata) yang dipakai terutama saat tidur supaya tangan gak refleks ngucek mata.
    • Kacamata hitam yang harus dipakai untuk menghindari mata dari debu, sinar cahaya matahari dll
    • Dikasi kartu kontrol. Untuk kontrol H+1 dan H+7 operasi udah dibooking-in sama perawatnya jadi gak perlu mendaftarkan diri via telepon atau whatsapp ke RS.
Kit yang diterima di farmasi (selain obat-obatan yang jenis dan jumlahnya banyak banget): kacamata hitam, DOP/pelindung mata, dan waslap untu mencuci muka), dan DVD-R yang berisi rekaman live saat operasi lasik berlangsung.
Pasien diberikan instruksi tertulis untuk berjaga kalau pasien lupa cara memakai obat dengan benar.

H+1 Operasi (Kontrol Pertama)

  • Dateng ke RS Mata dr Yap langsung ke mesin anjungan mandiri untuk cetak nomor antrian (sudah otomatis di-booking oleh perawat saat hari operasi, jadi gak perlu repot daftar lagi untuk kontrol).
  • Bawa nomor antrian dan kartu kontrol, serahkan ke perawat di Jogja Lasik Center.
  • Perawat meminta pasien masuk ke ruang periksa untuk cek baca jarak jauh dan observasi mata. Di hari itu mataku masih agak sembab, pandangan masih agak kabur, dan sayu banget.
  • Kemudian, mata juga akan diperiksa oleh dokter. Di sini aku dikasi tambahan obat antiradang karena mata yang masih sembab. Sebenarnya obat yang sama udah dikasi di hari sebeumnya, tapi ditambah jumlahnya oleh dokter.

H+7 Operasi (Kontrol Kedua)

Kontrol kali ini untuk melepas soft lens yang berperan sebagai perban mata pasca operasi. Setelah soft lens dilepas dan kondisi lapisan epitel diperiksa dokter, ternyata lapisan epitel di mata kiriku belum terbentuk sempurna. Sehingga, soft lens baru dipasang lagi di mata kiri. Mata kanan sih udah oke. Agak kesel sih sama mata sendiri kok kecepatan penyembuhannya gak kompak. Tapi jalanin ajalah sesuai instruksi dokter.

H+14 Operasi (Kontrol tambahan)

Kontrol tambahan karena sebenarnya kontrol H+14 ini bukan standar kontrol lasik yang ditetapkan, melainkan kontrol untuk lepas soft lens mata kiri yang lapisan epitelnya belum sempurna seminggu sebelumnya. Alhamdulillah H+14 lapisan epitel di mata kiri sudah bagus dan diperkenankan copot soft lens.

Biaya

Biaya yang dikeluarkan hingga kontrol di bulan ke-2.

Perkembangan Mata Pasca Lasik

Kontrol selanjutnya adalah kontrol H+30 yang akan aku share di posting-an selanjutnya di sini. Di posting-an tersebut, aku juga akan menuliskan catatan harian perkembangan mata pasca lasik dalam jangka panjang. Aku belum menemukan blog atau vlog berbahasa Indonesia yang berbagi perkembangan pasca lasik dengan metode PRK. Hal seperti itu hanya aku temukan di blog dan vlog orang-orang di luar Indonesia. Ada puluhan video dan tulisan dari orang luar Indonesia yang aku tonton dan baca dimana mereka menceritakan pengalaman dan perkembangan pasca lasik dengan metode PRK yang terkenal CUKUP LAMA penyembuhannya dan berbeda-beda setiap orang dan aku cukup nyesel gak riset mendalam terlebih dahulu. Setidaknya jadi lebih tahu ekspektasi terhadap perkembangan PRK, suplemen tambahan apa yang baik dikonsumsi bahkan sebelum operasi dimulai. Berbagi hal seperti itu juga penting sebagai bahan pertimbangan teman-teman yang memutuskan mau lasik dengan metode PRK atau pindah ke tempat lain yang lasiknya dirasa menggunakan metode yang lebih cocok dengan kebutuhan pribadi.

So, see you on the next post!

This Post Has 2 Comments

  1. Jetty

    Selamat siang, mau bertanya, estimasi biaya tersebut di atas, untuk lasik satu mata atau kedua mata? terima kasih

    1. sekarsedya

      Selamat siang. Estimasi biaya tersebut untuk 2 mata 🙂

Leave a Reply