Solusi Kulit Kering dan Rambut Rontok di Luar Negeri

Solusi Kulit Kering dan Rambut Rontok di Luar Negeri

Melanjutkan sekolah atau bekerja di luar negeri atau sekedar jalan-jalan ke luar negeri, terutama ke negara empat musim, tentu membawa excitement tersendiri. Sayangnya, kulit dan rambut yang terbiasa menikmati kelembaban tinggi tidak seantusias kamu dalam menyambut perubahan drastis suhu dan kelembaban sekitar. Sebagai pendatang baru di negara antah berantah, mencari produk yang tepat untuk menyelesaikan masalah pada wajah dan rambut tentu sangat sulit. Di sini kamu bisa menemukan solusi merawat kulit dan wajah saat merantau ke luar negeri berdasarkan pengalaman pribadi saya! Yaiy!

Kondisi kulit dan rambut sebelum pindah ke luar negeri

Saat masa pubertas, kulit wajah saya tergolong berjerawat karena memang karakternya cenderung normal to oily. Namun, sejak 2012 saya rutin melakukan perawatan dan memakai produk skin care dari salah satu klinik kecantikan di Indonesia dan sukses menyelesaikan berbagai masalah pada kulit wajah. Saat itu (2017) gak pernah pakai skin care dari brand tertentu karena memang belum masanya skin care dari Korea dan sekitarnya (walaupun sekarang saya sudah pakai dan tergolong kulit badak, mau pakai merk apapun belum ada yang sampai breakout).

Sedangkan rambut saya tidak terlalu tebal secara genetik. Namun, saya telah memakai Natur sejak berumur 9 tahun dan menjadi satu-satunya produk perawatan rambut yang sukses membuat rambut saya lebih tebal. Problem solved and i have sticked with Natur for decades no matter what.

Dingin dan keringnya Swedia merusak kulit dan rambut

Saya tiba di Swedia saat musim gugur dengan suhu sudah di bawah sepuluh derajat dan tingkat kelembaban jauh di bawah Indonesia. Tak perlu lama menunggu, kulit langsung bereaksi menjadi sangat kering dan tampak pecah-pecah. Memakai seperangkat perawatan kulit dari dokter di Indonesia tidak menyelesaikan masalah sama sekali. Bayangkan apa yang terjadi saat musim dingin mulai dengan suhu bisa mencapai -25 derajat celsius dan kelembaban yang semakin menurun. Tak hanya kering, tapi kulit juga terasa sangat perih.

Eksperimen skin care pun dimulai. Untuk para wanita yang gemar coba-coba skin care, jangan terlalu berharap pengalaman bereksperimen produk perawatan wajah di Eropa akan sangat menyenangkan karena pada dasarnya karakter kulit dan kebutuhan skin care orang Asia dan Eropa sangat berbeda. Sangat sulit menemukan formula yang sesuai dengan kulit wajah. Belum lagi harga barang-barang di Eropa pada dasarnya sudah mahal, ya termasuk skin care.

1. Cetaphil Gentle Skin Cleanser for Dry and Sensitive Skin

Sesuai dengan tahap membersihkan wajah, hal pertama yang saya ganti adalah produk pembersih wajah. Cetaphil ini terkenal sekali untuk melembabkan kulit di kalangan orang Asia yang bermigrasi ke Eropa. Produknya hampir selalu ada di setiap negara jadi gak perlu stok bawa dari Indonesia, cock untuk pendatang baru yang kulitnya dalam keadaan darurat. Sesuai dengan keluhan, saya memilih Cetaphil Gentle Skin Cleanser untuk kulit kering dan sensitif. Berdasarkan yang tertulis di kemasannya, Cetaphil ini hanya memiliki delapan kandungan, yaitu water, cetyl alcohol, propylene glycol, sodium lauryl sulfate, stearyl alcohol, methylparaben, propylparaben, butylparaben. Beberapa waktu yang lalu komposisi ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan berbagai blog serta forum bahwa isinya hanya air dan do nothing to our skin. Katanya gak akan berefek apa-apa. Well, dari pengalaman saya sendiri, Cetaphil ini terbukti melembabkan kulit Asia saya di tengah kekeringan Eropa.

2. Revitalift Laser Renew: Day and Night Cream

Eksperimen di produk pelembab wajah diawali dengan salah satu produk skin care asal Swedia, ACO. Alasannya karena murah dan bisa ditemukan di berbagai apotek di Swedia (sungguh alasan tipikal mahasiswa perantau bokek nan polos lol). Setelah memakai ACO, kulit menjadi lumayan lembab dan tidak tampak pecah-pecah. Ya, tekstur wajah lebih enak dipandang lah. Akan tetapi, kulit masih terasa agak sedikit kasar saat disentuh. Setelah baca review kiri-kanan, maka saya mulai mencoba memakai Revitalift Laser Renew. Gak tanggung-tanggung, langsung trial sepaket day and night cream!

Sebagai orang yang kurang percaya suatu produk akan bereaksi hanya dalam satu kali pemakaian, efek pelembab yang satu ini terasa sangat magic hanya dalam semalam. Cewek-cewek yang langganan facial di klinik kecantikan pasti paling senang dengan tekstur kulit wajah pasca perawatan kan? Nah, krim pelembab yang satu ini memiliki efek menghaluskan kulit persis seperti habis facial. Sangat sesuai dengan klaim yang tertulis di kemasannya yaitu menghaluskan dan mengencangkan kulit secara merata. Klaim anti-aging membuat produk ini semakin memenuhi permintaan kulit saya di usia 20an ini. Super duper recommended lah!

3. Laneige Water Sleeping Mask

Cewek-cewek penggemar skin care asal Korea pasti sudah akrab dengan merk Laneige. Di Sephora Swedia, Laneige baru masuk di pertengahan tahun 2019. Itupun tidak semua produk Laneige diperjual-belikan, misalnya hingga saat ini (pertengahan tahun 2020) belum ditemukan Clear C Peeling Serum di section Laneige di berbagai Sephora Swedia. Produk Laneige yang tersedia sebagian besar hanya yang berefek melembabkan untuk memenuhi target pasar Swedia yang beriklim kering. Di antara semua produk Laneige, efek melembabkan Water Sleeping Mask sudah menjadi rahasia umum. Tenang, produk ini bisa ditemukan di berbagai Sephora di Swedia. Produk ini terbukti dapat melawan keringnya winter dan melembabkan kulit! Walaupun tidak dipakai setiap hari karena hanya disarankan digunakan 2-3 kali seminggu, efek masker ini sangat tidak mengecewakan!

4. Laneige Lip Sleeping Mask

Gak hanya kulit wajah, bibir yang punya lapisan kulit jauh lebih tipis tentu menjadi yang pertama akan terpengaruh saat terpapar kekeringan. Selain mengelupas, bibir bahkan jadi mudah berdarah. Mengaplikasikan pelembab bibir di siang hari berulang kali saat beraktivitas tak boleh terlewatkan. Bisa gunakan berbagai pelembab bibir yang juga memiliki SPF untuk diaplikasikan di siang hari. Untuk malam hari, memakai Laneige Lip Sleeping Mask ini mengeksfoliasi kulit bibir terluar yang seringkali mengelupas secara tidak merata. Sebagai penggemar lipstik matte, memakai lip sleeping mask yang satu ini membuat bibir lebih halus dan aplikasi lipstik lebih merata untuk menghasilkan warna yang lebih cantik!

5. Cetaphil Moisturising Lotion for Dry and Sensitive Skin

Tak hanya masalah pada kulit wajah, kulit di badan saya pun mengering sehingga gatal-gatal dan tampak kemerahan. Gak asik banget saat memulai studi dan mengeksplor lingkungan baru malah disibukkan dengan garuk-garuk badan sepanjang hari. Well, again, welcome my hero: Cetaphil Moisturising Lotion! Sekejap kulit langsung lembab dan aman dari garuk-garuk dan kulit mengelupas! Highly recommended! Selamat tinggal badan gatal-gatal!

Oh iya! Kurangi frekuensi mandi menjadi sehari sekali. Bukan ngajarin jorok, tapi saat suhu semakin dingin dan tingkat kelembaban menurun, maka frekuensi mandi yang terlalu sering membuat kulit semakin kering. Jadi begitulah latar belakang kenapa orang yang tinggal di negara empat musim mandi lebih jarang dibanding kita yang berasal dan tinggal di negara tropis.

Solusi rambut rontok dan berketombe

Masalah kekeringan ini tidak berhenti di wajah dan bibir saja, tapi berdampak hingga ke rambut. Iklim yang kering mengakibatkan kelembaban pada kulit kepala juga ikut berkurang sehingga rambut menjadi rapuh dan gampang rontok. Jadi gak heran kalau orang yang tinggal di belahan dunia bagian utara cenderung jarang keramas karena toh rambut kering banget dan susah lepek. Padahal kalau di Indonesia hanya butuh dua hari sampai rambut lepek dan minta keramas.

Perawatan rambut tidak cukup hanya dengan mengganti produk shampo dan conditioner, tetapi juga butuh tahapan ekstra seperti pengaplikasian minyak yang mampu memberikan kelembaban pada rambut. Beberapa contoh jenis minyak yang dapat digunakan untuk mengatasi rambut rontok adalah coconut oil, argan oil, dan almond oil. Berdasrakan pengalaman, KTC pure almond oil paling gampang ditemukan di berbagai toko Asia di Swedia (contoh produk klik link ini). Harganya juga murah. Cara penggunaannya adalah dengan diaplikasikan pada rambut secara merata sambil dipijat lalu didiamkan selama 1-8 jam sebelum keramas. Jangan lupa tutup rambut dengan hair cap.

Pilihan produk shampo dan conditioner akan berbeda-beda tiap orang. Kalau saya tetap bertahan dengan produk Natur karena rambut sangat sensitif dan Natur sudah terbukti cocok selama hampir satu dekade. Takut coba-coba. Kalau di Indonesia, memakai shampo dan conditioner saja sudah cukup. Tetapi, khusus selama di Swedia saya selalu mengaplikasikan vitamin rambut Natur setelah selesai keramas saat rambut masih agak sedikit basah. Bonus vitamin rambut Natur ini adalah wangii banget. Oh iya kalau masih ada yang gak berani memakai Natur karena takut tidak wangi dan bau herbal, percayalan padaku si konsumen setia dan saksi evolusi Natur bahwa semua produk keluaran Natur sekarang udah haruum banget. Trust me!

Semua produk rekomendasi perawatan kulit dan rambut di atas, kecuali Natur, bisa ditemukan di berbagai apotek atau toko yang menjual skin care di Eropa, seperti Sephora. Jadi tidak perlu khawatir kehabisan atau minta kirim dari Indonesia (lumayan biaya kirimnya mahaal!). Kenali sifat kulit dan rambut masing-masing, apakah bisa diajak bereksperimen dengan produk baru atau apakah harus stick to product from Indonesia atau harus menyesuaikan dengan kebutuhan iklim setempat dengan membeli produk lokal di negara tujuan. Saran saya adalah selalu bawa stok cadangan dari tiap produk skin and hair care dari Indonesia dan mulai iseng bereksperimen dengan produk di negara tujuan sebelum semua stok habis. Jadi kalau gak cocok dengan produk lokal, masih bisa diselamatkan dengan stok cadangan. Kalau sudah terlanjur berangkat dan tidak membawa stok ya trial and error menjadi salah satu solusi.

Semoga membantu! Take care of your hair and skin! Enjoy your new life in new place!

Leave a Reply