Fokus Mengejar IELTS 7.0 Tanpa Les

Fokus Mengejar IELTS 7.0 Tanpa Les

Masing-masing negara mempunyai tipe language requirement yang lazim diminta. Misalnya, universitas di Benua Eropa lebih cenderung meminta bukti kemampuan bahasa Inggris berupa IELTS. Sedangkan, untuk tujuan studi US lebih umum menggunakan TOEFL iBT. Namun, beberapa universitas juga memberikan fleksibilitas pilihan kemampuan bahasa inggris yang lebih leluasa untuk di-submit, yaitu bisa menggunakan IELTS maupun TOEFL.

Karena pengalaman saya untuk aplikasi studi ke luar negeri adalah menggunakan IELTS, maka saya akan memberikan  tips yang diambil dari pelajaran hidup pengalaman saya untuk memperoleh nilai IELTS band 7.0. Sederetan tips untuk mendapatkan skor IELTS yang tinggi bisa dilakukan tanpa les!

General Tips

  1. Belajar IELTS bukan sesuatu yang bisa dientar-entarin hanya dijadikan pengisi waktu luang layaknya les Bahasa Inggris reguler. Kamu harus fokus. Kalau kebetulan kamu tidak memiliki kesibukan lain dan diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk fokus persiapan IELTS, syukurilah. Gunakan kesempatan tersebut. Kalaupun kamu terdesak memiliki kesibukan, jangan lupakan seberapa banyak waktu dalam sehari yang HARUS kamu sediakan untuk belajar IELTS.
  2. Konsisten. Persiapan IELTS gak bisa dilakukan dengan cara hari ini latihan-besok ogah-besok latihan lagi-ogah lagi. Usahakan minimal mengerjakan 1 Task dalam sehari. Entah listening, writing, reading,atau speaking. 
  3. Institusi kursus Bahasa Inggris gak menjamin seberapa baik hasil IELTS kamu. Pertanyaan yang paling sering saya terima adalah “Mbak, tempat les bahasa Inggris yang bagus untuk IELTS di mana sih?”. Nak, belajar di institusi kursus bahasa inggris ternama gak akan menjamin kamu bisa mendapatkan nilai memuaskan kalau kamu gak berlatih kembali seusai les. Belajar otodidak pun bukan berarti kamu tidak bisa meraih overall score > 7.0. Banyak literatur yang bisa kamu gunakan. Jujur, saya lebih senang belajar via blog atau youtube channel yang menyediakan tips dan trik belajar IELTS. Setiap blog dan youtube channelmemiliki karakter penyampaian masing-masing. Silahkan disesuaikan dengan karakter dan metode belajar kamu. Pilihlah yang membuat kamu paham dan nyaman.
  4. Skimming dan Scanning. Dua metode ini akan sering kamu gunakan, khusunya pada reading dan listening. Umumnya, skimming dan scanningadalah metode membaca cepat. Perbedaan keduanya adalah, pada skimming, kamu harus paham general idea pada kalimat atau paragraf tersebut, bisa dengan cara membaca kalimat pertama pada setiap paragraf dan membaca cepat informasi inti yang tertera. Hal ini akan sangat berguna ketika kamu mencari gagasan utama atau informasi tertentu dapat ditemukan di paragraf mana. Sedangkan, scanning adalah kamu hanya mencari a piece of fact tanpa harus membaca keseluruhan kalimat.
  5. Latihan otodidak dan simulasikan seperti kondisi tes. Pada format tes IELTS, listening diberikan waktu 30 menit, writing dan reading masing-masing 60 menit, dan speaking 11-14 menit. Saat latihan di rumah, lakukan sesuai dengan waktu yang ditetapkan seperti saat ujian IELTS. Hal ini akan membiasakan otak kamu untuk bekerja strict to the time dan sudah terbiasa saat ujian. Gak terlalu worn out dan lelah saat hari H.Oh, iya! Kumpulan soal IELTS Cambridge bisa kamu download di google. Just google it and you’ll find them.

Listening

Langkah pertama yang harus kamu lakukan saat mendapatkan question booklet untuk listening (dan tentunya sudah dipersilahkan membuka question booklet oleh speaker) adalah segera skimming dan scanning teks yang ada. Listening pada IELTS dapat dalam bentuk fill in the blank atau multiple choice. Memahami apa yang ditanyakan dan pilihan jawaban apa yang tersedia untukmu akan sangat membantu dalam mencari clue jawaban.

Pada multiple choicelistening IELTS akan sangat menjebak. Pilihan A, B, dan C akan terdengar benar. Jika kamu tergesa-gesa menarik kesimpulan, kamu bisa memilih jawaban yang tidak tepat. Kamu harus mendengarkan dengan sangat seksama dan menunggu hingga dialog selesai agar bisa menarik inti pembicaraan dan memilih jawaban yang tepat. Tapi, jangan terlalu terlarut dalam dialog sampai lupa move on ke nomor selanjutnya. Kamu harus tahu kapan dialog untuk nomor sekian selesai sehingga bisa fokus ke dialog untuk pertanyaan selanjutnya.

Reading

There’s no special tips for this section. You just need to practice regularly. Get used to skimming and scanning then you’ll absolutely get the perfect score. 

Writing

Well, here we are, the hardest section in IELTS (at least for me ahaha). Writing IELTS terdiri atas 2 task, yaitu task 1 dan task 2. Total waktu yang diberikan pada writing adalah 60 menit. Saya menyarankan kalian untuk mengerjakan task 2 terlebih dahulu dan gunakan porsi waktu 40 menit. Hal ini dikarenakan bobot score task 2 lebih besar daripada task 1.

Task 1 berisi chart (pie, bar, line)map, atau process. Intinya, carilah main feature yang outstanding dari figure yang diberikan dan jelaskan. Tidak semua harus kamu jelaskan. Misalnya untuk chart, cari poin kurva atau grafik yang terjadi lonjakan cukup tajam, menurun, atau stabil. Penjelasan tidak hanya dalam bentuk nominal, tetapi lebih baik apabila “dua kali lebih besar dari tahun sebelumnya” atau “hanya 25% dari nilai total”. Ini untuk menunjukkan kepada marker bahwa kamu memiliki vocabulary data yang bagus dan tahu penempatannya di kalimat.

Begitu pula dengan map dan process.

Disclaimer: di website IELTS Mentor (Writing Task 1: klik ini , Writing Task 2: klik ini), ada kumpulan soal writing dan contoh jawabannya. Percayalah, minimal kamu belajar 100 writing untuk masing-masing Task 1 dan Task 2, maka saat ujian IELTS kamu akan merasa “kayaknya soal ini pernah keluar deh”. Topiknya itu-itu aja kok. Tapi ya, minimal 100-an soal udah pernah dikerjakan.

Speaking

Well, it’s quite hard since you need feedback from expert when you practice it. But, I recommend you to learn from youtube first. Then, if you don’t have any partner, you can learn it by record your voice then listen it by yourself. I know it’s awkward to listen to your voice, but you’ll used to it tho. You’ll heard whether you are nervous, lack of vocabulary, or other weakness that you can improve.

Registrasi Ujian IELTS

Ujian IELTS diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia dengan timeline yang sudah ditetapkan untuk setahun. jadi, kamu sudah bisa merencanakan kapan kamu akan ujian sehingga persiapan dapat lebih matang. Pendaftaran dapat dilakukan secara online (website tergantung institusi penyelenggara, misalnya IDP atau IALF) dan pembayaran bisa dilakukan dengan transfer via ATM.

It’s IELTS Day

Di hari H ujian, kamu cukup membawa identitas yang sama dengan yang kamu gunakan saat registrasi IELTS, bisa KTP atau paspor. Kalau sudah membawa identitas, sudah tenang. Alat tulis? Biasanya disediakan kok (walaupun lebih baik kalau bawa sendiri ya). Untuk hari H ujian, yang terpenting adalah badan dalam kondisi fit, pikiran tenang dan gak nervous. Kalau sudah terbiasa latihan IELTS pol-polan, gak bakal kecapekan sih mengingat saat saya ujian IELTS pertama kali, pulang-pulang langsung kelelahan. Tidur 12 jam. 

Well. good luck for your IELTS. May you accomplish your target band!

Leave a Reply