Rekomendasi Honeymoon dan Staycation di Jogja: Hyatt Regency Yogyakarta

Rekomendasi Honeymoon dan Staycation di Jogja: Hyatt Regency Yogyakarta

Seiring bertambahnya hotel di Jogja, maka menetapkan pilihan hotel terbaik untuk honeymoon dan staycation tentu semakin membingungkan. Bagi yang ingin menghabiskan waktu full di hotel, ini nih sekilas ulasan dan testimoni dari saya tentang Hyatt Regency Hotel Yogyakarta!

Pertimbangan memilih hotel

Di era pandemi ini, banyak pertimbangan untuk memilih hotel untuk berbulan madu atau sekedar staycation. Preferensi saya dalam memilih hotel untuk honeymoon kali ini adalah:

  1. Hotel menjalankan protokol kesehatan dengan baik (dari sebelum masuk ke area respsionis hingga proses membersihkan kamar),
  2. Hotel memiliki area yang luas → sehingga minim atau bahkan nihil kontak dengan tamu hotel saat berjalan-jalan di area hotel.
  3. Hotel memiliki kawasan alam yang dapat dieksplor. Sekalian menghirup udara segar dan cuci mata setelah sekian lama mengurung diri di rumah. Apalagi saya hanya ingin menghabiskan waktu di hotel saja, tidak ke tempat rekreasi lainnya.

Tentu lokasi hotel yang dipilih cukup di Yogyakarta saja alias satu kota dengan kota domisili. Ngeri euy jalan-jalan ke luar kota di era pandemi.

Survey Hotel di Yogyakarta

Hotel Tentrem

Saat melakukan survey ke Hotel Tentrem, brosur paket honeymoon belum tersedia dikarenakan saat itu hotel masih proses recovery PSBB dan baru memasuki adaptasi pariwisata new normal. Maka, saya meninggalkan kontak untuk kemudian dihubungi secara langsung oleh pihak marketing hotel via whatsapp. Berdasarkan hasil survey dan percakapan kami untuk rencana check-in tanggal 19 Desember 2020 dan check-out 21 Desember 2020:

Harga: IDR 9.196.000 nett

Tipe kamar: Executive Suite (detail ruangan bisa kunjungi website ini)

Harga tersebut sudah termasuk satu kali romantic dinner, laundry 5 pcs, dan massage 60 menit.

Dengan harga seperti yang tertera di atas, kawasan Hotel Tentrem yang tidak memenuhi pertimbangan pribadi seperti tidak adanya kawasan alam yang bisa dieksplor, dan tawaran fasilitas massage yang toh gak akan saya pakai karena kondisi pandemi, maka saya memutuskan untuk mencoba survey dulu di hotel lain.

Hyatt Regency Yogyakarta

Di antara semua hotel di Yogyakarta, hotel Hyatt Regency ini yang paling memenuhi semua kriteria saya, terutama luasnya area alam yang bisa dijelajahi selama menginap. Saya pun secara spesifik melakukan survei terkait harga paket honeymoon.

Harga:

Garden View IDR 1,038,000 net/kamar/malam.
Deluxe Room IDR 1,188,000 net/kamar/malam.
Regency Club room IDR 1,488,000 net/kamar/malam

Harga kamar sudah termasuk sarapan untuk 2 orang. Detail ruangan bisa dilihat di sini.

Garden View dan Regency Club hanya berbeda di luas kamar (dari harga keliatan lah ya mana yang lebih luas). Sedangkan untuk Deluxe Room memiliki private balcony atau teras di kamar.

Private romantic dinner seharga IDR 465.600/pax. Karena untuk pasangan, maka totalnya IDR 931.200/2 pax.

Dengan harga dan fasilitas yang saya rasa cukup worth it, jadi langsung booking! Kamar yang saya pilih adalah Deluxe Room dengan balkon pribadi. Rencananya pengen makan siang pake gofood aja, jadi makanannya bisa dinikmati dengan nyaman dan aman di balkon pribadi. Saat booking, pihak hotel menawarkan 3 paket menu yang bisa dipilih untuk romantic dinner. Saya dan pasangan diperkenankan untuk memilih paket yang berbeda.

Tiga baris menu set yang dapat dipilih untuk romantic dinner.

Menginap di Hyatt Regency Yogyakarta

Review kamar

Nyamannya kamar di Hyatt ini adalah:

+ Luas kamar pas (tidak kekecilan kayak gang senggol dan juga tidak terlalu besar).

+ Ada balkon yang bisa jadi private place menikmati udara luar tanpa berinteraksi dengan orang asing.

+ Suhu AC bisa diatur dan cepet dinginnya. Kan ada tuh beberapa hotel yang suhu AC-nya diatur terpusat dan it takes really long time to lower the room temperature. Nah, kalo di Hyatt bisa kita atur sendiri sesuai preferensi pribadi dan cepet dinginnya.

+ Toilet amenities lengkap.

+ Lemari pakaian sangat besar untuk ukuran hotel.

Sayangnya, kekurangan kamar di Hyatt adalah:

  • Kamarnya gak dikarpet seperti sebagian besar hotel lain sehingga kurang terkesan mewah dan kurang hangat saat berpijak di lantai.
  • Exhaust fan kamar mandi kurang efektif. Entah gak ada atau gak bekerja. Sehingga basah di lantai pasca mandi lamaaaa banget keringnya.

Review restoran (Kemangi Bistro)

Saya selalu menuju restoran di area Kemangi Bistro ini seawal mungkin untuk sarapan atau sekitar jam 6 pagi. Berbagai jenis makanan yang ditawarkan untuk sarapan adalah gerai aneka roti, gerai nasi serta aneka lauk, gerai omelette serta sosis, gerai soto/bubur, gerai buah, dan gerai aneka minuman.

Buah-buahannya segar. Nasi gorengnya terasa sangat rempah ala cita rasa Indonesia. Favorit saya adalah omelette dan sosis ayamnya.

Saat saya sarapan, ada tamu hotel yang baru sepertinya baru selesai jalan pagi mengitari hotel lupa mengenakan masker dengan baik (hanya dikenakan di dagu) dan langsung diingatkan oleh petugas hotel. Two thumbs up Hyatt! Lumayan sulit nih menemukan petugas di sektor pariwisata yang berani menegur tamu yang tidak taat protokol kesehatan.

Review kawasan alam

Seusai sarapan, saya beranjak mengelilingi kawasan alam yang ada di kompleks hotel dan bersebelahan dengan lapangan golf Hyatt Regency Yogyakarta Golf Club. Kawasan alam ini yang bikin jatuh cinta dan ingin kembali menginap di Hyatt Regency Hotel Yogyakarta. Jalan setapak yang mengelilingi area hotel dilengkapi dengan bangku taman dan ayunan sehingga bisa menjadi tempat rehat saat lelah berjalan. Posisi bangku taman dan ayunan tidak terlalu berdekatan serta beberapa diantaranya menghadap ke arah lapangan golf, sangat nyaman untuk melamun duduk bersantai di pagi hari sambil menonton para pemain golf.

Kolam renang

Area kolam renang ini yang bikin pengen dan wajib balik ke Hyatt Regency Yogyakarta ketika pandemi udah selesai nanti. Saat menginap kemarin saya memang sengaja gak mau berenang dulu karena saat berenang tentu harus lepas masker dan saya merasa insecure melepas masker di masa pandemi ini.

Kolam renangnya luas b a n g e t dengan berbagai tingkat kedalaman dan area bermain. Belum nemu hotel lain di Jogja yang punya kolam renang seluas ini. Oh iya, jangan lupa kalau berenang di sini harus pakai baju renang karena saya sempat melihat ada yang ditegur kalau berenang pakai baju kaos biasa.

Karena saya gak berenang, saya hanya duduk bersantai di pinggir kolam renang yang jauh dari keramaian. Selain itu, saya juga bermain tenis meja yang juga disediakan di area kolam renang. Tentu sambil tetap mengenakan masker.

Oh iya! Di area kolam renang ini juga ada penyewaan Grab Wheels yang bisa digunakan untuk berkeliling di jalan setapak sekitaran hotel.

Sekian ulasan saya tentang menginap di Hyatt Regency Hotel Jogja! Berulang kali saya ungkapkan bahwa kudu balik lagi ke hotel ini setelah pandemi usai, sehingga dapat disimpulkan Hyatt Regency Jogja is highly recommended!

This Post Has One Comment

  1. Mayuf

    Bagus kak rekomendasi nya

Leave a Reply