You are currently viewing Konsultasi di ElsheSkin Clinic: Syringoma atau Milia?

Konsultasi di ElsheSkin Clinic: Syringoma atau Milia?

Sejak dua tahun terakhir, tampak bintik-bintik seperti jerawat di area sekitar mataku. Sampe inget jumlahnya, yaitu lima di area mata kanan dan tiga di mata kiri. Dengan sok tau, aku googling dan men-self diagnose bahwa bintik-bintik membandel itu adalah milia. Usut punya usut, ternyata aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak bisa membedakan milia dan syringoma sehingga salah dalam mengobatinya.

Dugaan awal self-diagnose: milia

Karena aku menduga bintik-bintik sekitar mataku adalah milia, maka akupun fokus membaca puluhan artikel dibaca dan menonton video youtube ditonton dari berbagai beauty blogger yang membahas mengenai milia. Pengobatan yang disarankan seperti eksfoliasi dengan berbagai brand yang mengandung AHA/BHA dan aplikasi retinol dari berbagai brand juga sudah dicoba. Tetap gak ngaruh. Sebagai pelanggan tetap di London Beauty Center (LBC) dan pernah dikonsultasikan juga, tapi gak diapa-apain dan tentu gak ada perubahan. Curiga juga sih kok gak diapa-apain padahal overall selama kurang lebih 10 tahun treatment di LBC selalu memuaskan.

Akupun terus membaca artikel-artikel ilmiah lainnya dan menemukan bahwa kalau udah gak mempan pake AHA/BHA dan retinol, maka bisa dicoba dengan treatment fisik seperti cauter dan ElsheSkin Clinic bisa memberikan treatment tersebut. Pas banget kliniknya ada di Jogja. Baca-baca di Google Reviews, banyak yang menyarankan untuk berkonsultasi dengan dr Mita, SpKK. Langsung booking ke kontak ElsheSkin yang tertera di profil instagram ElsheSkin dan spesifik booking appointment untuk konsultasi dengan dr. Mita, SpKK. Btw dr Mita ini high demand banget karena banyak yang mau konsultasi dengan beliau, jadi agak sabar ya kalau gak dapet sesuai hari yang diinginkan dan siap bertoleransi dapet di hari lain.

Syringoma, bukan milia

Di hari janjian, aku dateng dan kasi tau ke meja resepsionis bahwa aku udah janjian untuk konsultasi dengan dr. Mita. Karena itu adalah pertama kalinya aku ke ElsheSkin Clinic, maka aku harus daftar jadi member dulu dengan mengisi biodata lengkap dan membayar biaya pendaftaran sebesar IDR 35K. Setelah itu, aku diminta menunggu dipanggil untuk berkonsultasi dengan dr. Mita.

Sekitar 20 menitan kemudian, aku dipersilahkan naik ke lantai 2 dimana ruangan dr. Mita berada. Masuk ke ruang dokter, lalu aku bilang aku pengen di-cauter untuk miliaku soalnya udah pake produk eksfoliasi dan retinol dari berbagai brand tetep gak bisa ilang. Lalu dr Mita minta aku menunjukkan milianya seperti apa. Setelah diperiksa dr Mita, ternyata itu bukan milia, tapi syringoma.

Konsultasi syringoma: definisi, penyebab, dan pencegahan

Contoh syringoma. Sumber: link.

Syringoma adalah tumor jinak kecil dari kelenjar keringat yang umumnya berada di area bagian atas pipi dan bawah kelopak mata, terkadang juga dapat ditemukan di dada, abdomen, dan genital. Penyebabnya adalah aktivitas dan produksi kelenjar keringat berlebihan yang memicu tumbuhnya tumor jinak tersebut. Selain itu, beberapa kondisi juga dapat memicu tumbuhnya syringoma ini, seperti faktor turunan (genetik), diabetes melitus, down syndrome. Beberapa metode bisa digunakan untuk menghilangkan syringoma seperti dengan bantuan laser dan cauter (Sumber: link).

dr. Mita sendiri menjelaskan bahwa memang syringoma ini bisa dihilangkan dengan beberapa treatment, tapi karena adanya faktor genetik maka ada kemungkinan besar bakal kambuh lagi dengan ukuran yang lebih besar. dr Mita juga mengungkapkan bahwa beliau cukup sering dapet pasien syringoma hasil treatment dari klinik lain dimana pasiennya udah diilangin syringomanya trus dateng ke dr Mita dengan ukuran yang lebih besar dan lebih banyak.

Lalu, aku nanya cara pencegahannya gimana. dr Mita bilang ada beberapa studi yang bilang bahwa syringoma bisa juga dipicu oleh paparan sinar matahari sehingga penggunaan sunblock sangat dianjurkan. Walaupun demikian, dr Mita juga bilang bahwa hal itu tidak menjadi penghalang bagi si syringoma untuk tumbuh. Ya, namanya juga faktor genetik jadi sulit untuk dihindari.

Saran dr Mita, selama syringomanya gak mengganggu pandangan, biarin aja. Tapi tetep rajin pake sunscreen/sunblock dan krim mata. Setidaknya tetap merawat area mata agar tidak menggelap seperti mata panda (pigmentasi) dan gak ada kerutan.

Secara keseluruhan, wajahku gak ada keluhan lain selain si syringoma ini. dr Mita juga gak menyarankan treatment atau produk yang memang belum dibutuhkan wajahku. Menurutku, ini nilai plus karena gak semua dokter rela pasiennya hanya murni konsultasi tanpa beli produk atau dikasi treatment (if you know what i mean 😉 ). Jadi saat di kasir aku murni hanya bayar biaya administrasi sebagai pasien baru Elshe Skin, yaitu IDR 35 ribu.

Testimoni ElsheSkin Clinic

Secara keseluruhan, aku suka dengan hasil konsultasi di ElsheSkin Clinic. Mungkin dari sisi pendaftaran dan booking via whatsapp yang agak sedikit slow respon. Tapi, secara personal ini bisa dimaklumi karena aku melakukan pendaftaran saat libur panjang Idul Fitri. Walaupun demikian, strategi booking seperti ini rasanya harus di-improve jika ElsheSkin bertumbuh dan semakin banyak pelanggan yang ingin datang berkonsultasi dan melakukan treatment.

Dari yang kubaca untuk prosedur kedatangan saat konsultasi, ElsheSkin sangat berusaha agar pengunjung datang sendiri (tidak ditemani) agar protokol kesehatan tetap dijaga. Waktu tunggu tidak terlalu lama dan tentu dr. Mita dapat menjawab semua pertanyaan terkait keluhan di kulitku dan tidak memerikan treatment atau produk yang memang tidak dibutuhkan wajahku (ini nilai plus banget).

Overall, good works dr Mita and ElsheSkin Clinic! Keep up the good works!

Leave a Reply